Dasar Syar'i

Astaudi’ukumullaahalladzii Laa Tudhayyi’u Wadaa-I’ahu .

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra. Dari Rosululloh SAW , beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah, apabila Dia dititipi sesuatu, maka Dia akan menjaganya.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmaddengan sanad yang shahih dalam al-Musnad (no.5605

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda : “Barangsiapa hendak melakukan safar (bepergian), maka hendaklah ia berkata kepada orang yang ditinggalkan nya:”Aku titipkan kalian kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan yang di jaga-Nya.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih dalam al-Musnad (II/403)

Penjagaan itu bersifat umum, baik ketika seseorang akan bepergian atau selainnya. Penjagaan ini berupa keamanan dari pencuri dan siapa saja yang bermaksud mencelakainya. Melindungkan harta anak dan yang lainnya tetap di syari’atkan sekalipun yang dilindungkan itu sesuatu yang sedikit. Hikmah dari pensyari’atan ini dalah untuk menunjukan kebutuhan setiap hamba kepada Rab-Nya, baik perkara yang kecil maupun yang besar.

A’uudzu Billaahil ‘Azhiim Wa Biwajhihil kariim Wa Bisulthaanihil Qodiim Minasy SyaithaanirRajiim.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ra. Dari Nabi SAW bahwa beliau apabila masuk masjid membaca A’uudzu Billaahil ‘Azhiim Wa Biwajhihil kariim Wa Bisulthaanihil Qodiim Minasy SyaithaanirRajiim.( Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dan dengan Wajahnya yang mulia, serta dengan kekuasaanya yang Qodim, dari syaithon yang terkutuk.)”Apabila seorang mengucapkannya, maka syaithon berkata :”ia di jaga dariku sehari penuh)”

HR.Abu Dawud (no.446). al-Arna-uth berkata,”sanadnya shahih.”Zaadul Ma’aad (II/370). Ibnu Hajar menghasankannya dalam al-Futuhaat karya Ibnu ‘Alan (II/47).

Dalam satu riwayat, Rosululloh SAW bersabda :

“Barang siapa membaca 100 x, maka dzikir itu senilai dengan memerdekakan 10 hamba sahaya, dan di tuliskan 100 kebaikan, serta dihapus 100 keburukan. Dzikir itu menjadi pelindung dari syaithon di hari itu sampai sore hari. Tidak ada seorangpun yang lebih utama dari apa yang dilakukan, kecuali seseorang yang mengamalkan dzikir itu lebih banyak darinya.”

HR.al-Bukhari (XI/168,169)

Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallah, Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billaah

Di riwayatkan dari Anas ra, ia mengatakan bahwa Rosululloh SAW bersabda :”Barang siapa mengucapkan Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallah, Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billaah,yakni ketika keluar dari rumahnya, maka dikatakan kepadanya, “kamu ducukupi, di lindungi dan di tunjuki”, dan syaithon menjauh darinya.”

HR at-Tarmidzi (no.3422), dan ia mengatakan hadits hasan shahih

Abu Dawud menambahkan dalam riwayatnya,”maka syaithon berkata (kepada syaithon yang lain):”Bagaimana kamu (melakukan sesuatu) terhadap seorang yang telah di tunjuki, dicukupi dan dilindungi ?”

HR.Abu dawud (no.5095) dalam al-Adab. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata,”perawinya termasuk perawi ash-shahih, di shahihkan oleh Ibnu Hibban (no.2370),

Laa Illaaha Illaahu Wahdahuu Laa Syarikalah Lahulmulku Walahul Hamdu Wahuwa ‘Alaa Kulli syaiin Qadiir.

Di riwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ia mengtakan bahwa Rosulullah SAW bersabda :”Barangsiapa mengucapkan Laa Illaaha Illaahu Wahdahuu Laa Syarikalah Lahulmulku Walahul Hamdu Wahuwa ‘Alaa Kulli syaiin Qadiir 10 x di pagi hari, maka di tulis baginya 100 kebaikan, dan dihapus karenanya 100 kesalahan, dan bacaan ini baginya senilai dengan memerdekakan seorang hamba, dan dengannya di jaga di hari itu sampai sore (dari berbagai bahaya). Dan barangsiapa yang membaca dzikir yang sama di waktu sore, maka iapun akan mendapatkan (penjagaan dan pahala) yang serupa dengan yang tadi.

HR.Imam Ahmad dari hadits Abu ‘Ayyasy (IV/60), dan sanadnya shahih. Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud (no.50770)

Ayat Kursyi

Di riwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata :

“ Rosulullah SAW menugaskan aku untuk menjaga zakat ramadhon. (Di malam hari), datanglah seseorang , ia meraup makanan (dari zakat itu), maka akupun menangkapnya. Aku katakana kepadanya :”Akan aku adukan engkau kepada Rosululloh SAW”. Abu hurairah melanjutkan ceritanya selengkapnya, dan diantara ceritanya dia berkata :”(Orang itu berkata):”Apabila engkau akan tidur, bacalah ayat Qursyi, niscaya engkau akan mendapatkan dari Allah seorang penjaga (malaikat). Dan syaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi.” Maka Nabi bersabda :”Dia (Jin yang datang kepada Abu Hurairah) telah jujur kepadamu, padahal dia itu sorang pendusta. Dia itu syaithon (dari golongan jin)

Al-bukhori (No.2311)

Di riwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra

Ia berkata :” Seorang laki-laki dari kalangan Sahabat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Jin. Ia menyerang seorang sahabat Nabi itu, dan ia pun melawannya. Sahabat Nabi itu berhasil membantingnya, lalu ia berkata:”Menurutku kamu begitu lemah dan kecil. Seakan-akan kedua tanganmu seperti dua kaki anjing. Apakah bangsa kalian memang seperti itu? Atau sebagian diantara mereka seperti kamu?” Jin itu menjawab:”Tidak, demi Allah. Sesungguhnya dikalangan bangsa Jin, aku memiliki jasad yang besar. Akan tetapi beri aku kesempatan kedua. Jika kembali engkau mengalahkanku, maka akan aku ajarkan kepadamu sesuatu yang bermanfaat.”

Maka sahabat itu berkata :” Baiklah”. Dan ternyata sahabat itu berhasil mengalahkan kembali . Jin itu berkata :”Bacalah Allahu la ilaaha illa huwal hayyul qoyyuum (ayat qursyi). Maka tidaklah engkau membacanya di rumah, kecuali syaithon akan keluar sambil terkentut kentut seperti himar, dan ia tidak akan masuk lagi samapai pagi.”

Mereka ( para Tabi’in) bertanya:” Siapakah laki-laki itu wahai Abu ‘Abdirrahman ?”’

Abdullah bin Mas’ud menjawab,”Menurut kalian siapa lagi kalau bukan Umar bin al-Khathab.”

Diriwayatkan oleh ad-Darimi dalam sunan-nya (II/447-448) dan sanadnya jayyid.

Di keluarkan pula oleh al-Baihaqi secara ringkas dalam Dalaa-ilun Nubuwwah (VII/123)

Ibnu Abid Dun-ya mengeluarkan hadits dari al-Walid bin Muslim

“ Seseorang mendengar suara gerakan di sebatang pohon, maka iapun mengajaknya berbicara, namun tidak ada jawaban. Lalu orang itu membaca ayat kursyi, hingga turunlah syaithon menjelma (dihadapannya). Orang itu berkata:” Aku harus mengobati seseorang yang sakit. Dengan apa aku harus mengobatinya?”. Syaithon itu menjawab :”Dengan (ayat) yang membuatku turun dari pohon.

Luqatul Marjaan, karya as-Suyuthi, halaman 150

Dua ayat terakhir Surat Al-Baqoroh

Di riwayatkan dari Abu Mas’ud al-Anshari ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda :”Barang siapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al-Baqoroh pada malam hari, maka kedua ayat itu akan mencukupinya ( dari segala keburukan, godaan syaithon, gangguan jin dan manusia)”.

Al-Bukhari (No.5091) dalam Fadhaa-ilul Qur-aan, Muslim (NO.808) dalam bab Fadhlu fathihatil kitaab wa Khawaatiima Suuratil Baqarah

Al-Hakim mengeluarkan hadits an-Nu’man bin Basyir ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda :

“Sesungguhnya Allah Tabaaroka wa Ta’aalaa telah menulis sebuah kitab, 2000 tahun sebelum di ciptakan langit dan bumi. Dan dia menurunkan darinya dua ayat yang menjadi penutup surat al-Baqarah. Tidaklah kedua ayat itu dibacakan di rumah , kecuali syaithon tidak akan mendekatinya selama tiga hari.”

Di keluarkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/562), ia berkata,”Hadits ini shahih.

Surat Al-Ikhlash dan Mu’awwidzatain

Di sebutkan dalam hadits dari ‘Abdullah bin Khubaib ra, ia berkata :

Kami keluar di suatu malam yang hujan dan gelap gulita. Kami hendak menemui Rosululloh SAW agar sholat mengimami kami,” Abdullah berkata “Akupun menemui beliau. Lalu beliau bersabda, “Ucapkanlah !” Aku tidak mengucapkan sesuatu apapun. Lalu beliau bersabda: “Ucapkanlah !” Aku tidak mengucapkan sesuatu apapun. Kemudian beliaupun bersabda kembali

“Ucapkanlah !” ‘Abdullah berkata :” Akupun bertanya,”Apa yang harus aku ucapkan ?”. Beliau menjawab,” Ucapkanlah Qul huwallaahu ahad (surat al-Ikhlash) dan al-Mu’awwidzatain ( surat al-Falaq dan an-Naas) ketika engkau berada di sore hari dan di pagi hari masing-masing tiga kali, maka niscaya engkau di cukupkan dan di jaga dari segala sesuatu.”

Shahih at-Tarmidzi (III/182)

Sesungguhnya Nabi biasa memohon perlindungan dari jin dan ‘ain (pandangan yang membahayakan) dari manusia. Hingga turunlah al-Muawwidzatain (al-Falaq dan an-Nas). Tatkala kedua surat ini turun , maka nabi memegang kedua surat ini, serta meninggalkan selain keduanya.

Shahih at-Tarmidzi (II/206)

“Wahai ‘Uqbah, akan aku ajarkan kamu dua surat yang terbaik dan patut di baca, yakni Qul a’uudzu birabbil Falaq (Surat al-Falaq) dan Qul a’uudzu birabbin naas (surat an-Nas). Wahai ‘Uqbah, bacalah keduanya ketika engkau akan tidur dan ketika engkau bangun, karena tidak ada seorangpun meminta , dan tidak pula orang yang meminta perlindungan, yang semisal dengan (orang yang berdo’a atau memohon perlindungan) dengan dua surat ini.”

Jaami’ul Ushuul (VIII/491-492)

Laa haula walaa quwwata ilaa billah.

Di riwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari ra, ia berkata, Nabi SAW bersabda kepadaku : “ Maukah aku tunjukan pada sebuah perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan surga ?”. Aku mejawab:” Tentu saja wahai Rosulullah “. Nabi bersabda :”Ucapkanlah Laa haula walaa quwwata ilaa billah.

HR.Al-Bukhari (XI/159), Muslim (No.2704)

Ibnul Qoyyim ra, berkata,”Kalimat ini memiliki pengaruh dan khasiat yang menakjubkan dalam menolong seseorang dari sesuatu yang menyita waktu dan di rasa sulit melakukannya. Kalimat inipun sangat membantu dalam menghadapi beratnya penderitaan, dalam menghadapi raja-raja, dan sangat membantu orang yang takut dilanda berbagai huru-hara. Kalimat inipun memiliki pengaruh yang nyata dalam menolak kefakiran.”

Al-Waabilush Syayyib, karya ibnul Qoyyim, hal 98

Adalah Habib bin Salamah, apabila menghadapi musuh atau mengepung suatu benteng, ia membaca Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Suatu hari ia mengepung benteng tentara romawi seraya mengucapkan kalimat ini, maka merekapun dapat di kalahkan. Kaum musliminpun mengucapkan kalimat ini seraya bertakbir, maka benteng itu dapat di robohkan.

Al-Waabilush Syayyib, karya ibnul Qoyyim, hal 98

“Barangsiapa mengucapkan Laa haula walaa quwwata illaa billaah, maka bacaan itu menjadi obat bagi 99 macam penyakit, yang paling ringan darinya adalah kedukacitaan.”

Di keluarkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/542), ia berkata “sanadnya shahih”

Mak-hul berkata “ barang siapa membaca : Laa haula walaa quwwata illaa billaah walaa manja minallah illaa ilaiih, maka akan di hilangkan darinya 70 pintu marabahaya, dimana yang paling rendah adalah kefakiran.”

Shahih at_Tarmidzi (III/186).Al-Albani berkata tentang hadits ini : “hadits maqthuu”

BismillahirRohmanirRohiim

Rosulullah bersabda :” apabila seseorang memasuki rumahnya, lalu berdzikir kepada Allah ketika memasukinya, dan ketika memakan makannanya, maka syaithon berkata kepada teman-temannya,” Kalian tidak memiliki tempat menginap dan tidak memiliki makanan untuk makan malam. Sedangkan apabila ia tidak berdzikir kepada Allah ketika ia memasuki rumahnya, maka syaithon berkata,”Kalian mendapatkan tempat menginap. Dan apabila seseorang itu tidak berdzikir kepada Allah ketika memakan makanannya, maka syaithon berkata :”kalian mendapatkan tempat menginap dan juga mendapatkan makan malam.”

Muslim ( no.2018)

Di riwayatkan dari nabi, dari banyak jalan, bahwa beliau bersabda :”Setiap urusan yang tidak di mulai dengan BismillahirRohmanirRohiim, maka perkara itu terputus/tertolak.

Dishahihkan oleh sekelompok ulama, diantaranya Ibnush Shalah dan an_Nawawi dalam al-Adzkaar. Syaikh yang mulia Ibnu Baz Mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan di dukung hadits-hadits yang lain (yang semakna dengannya).

Rosulullah SAW bersabda : “Penghalang antara pandangan jin dan aurat anak Adam (manusia), apabila salah seorang diantara mereka masuk WC adalah ia membaca “Bismillah”.

HR.at-Tarmidzi. Di shahihkan oleh al-Albani dalam shahih at-Tarmidzi (496)

Ketika Khalid bin Walid singgah di Hirah, maka orang-orang berkata kepadanya,”Waspadalah terhadap racun . Jangan sampai orang asing (bukan arab) memberi minuman yang beracun kepadamu.” Maka Khalid berkata :”Bawa kemari minuman itu.” Iapun mengambilnya dengan tangannya, lalu ia membaca Bismillah dan meminumnya. Ternyata minuman itu tidak membahayakannya sedikitpun.

Dikeluarkan oleh al-Baihaqi, Abu Na’im, at-Thabrani, Ibnu Sa’d dengan sanadnya yang shahih. Lihat Tabziib karya ibnu hajar (III/125)

Bismillaahilladzi laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa-I wahuwas sami’il ‘aliim.

Diriwayatkan dari Utsman bin ‘affan ra, ia mengatakan bahwa Rosululloh SAW bersabda : “Tidaklah seorang hamba di setiap pagi dan sore hari membaca Bismillaahilladzi laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa-I wahuwas sami’il ‘aliim (Bengan menyebut nama Allah, yang tidak membahayakan sesuatu apapun di langit dan di bumi beserta Nama-Nya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). Sebanyak tiga kali, maka tidak ada yang membahayakan sesuatu apapun’.

Shahih at-Tarmidzi (3385)

Dalam satu riwayat di sebutkan: “ (Maka) ia tidak akan terkena bencana yang mengejutkan (yang datang tiba-tiba).”

Shahih Abu Dawud (no. 5088 dan 5089)

Ketika Aban bin ‘Utsman ra. Salah satu perawi hadits terkena musibah lumpuh sebagian anggota tubuhnya, maka seorang yang mendengar hadits ini darinya memandang tajam kepadanya. Aban pun bertanya kepada laki-laki itu:”Mengapa engkau memandangku seperti itu ?, demi Allah aku tidak berdusta atas nama ‘Utsman, dan ‘Utsmanpun tidak berdusta atas nama Nabi SAW. Akan tetapi (aku menderita kelumpuhan ini) Karena pada hari aku terkena musibah ini , aku dalam kedaan marah sehingga aku lupa membacanya.”

Ucapan A’uudzu BikalimaatillaahitTaamaati min syarri maa kholaq.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “seseorang dating kepada Nabi SAW, lalu berkata : Wahai Rosululloh, kenapa aku sampai di sengat kalajengking tadi malam ?.” Rosulullah menjawab:” Adapun jika kamu di sore harinya mengucapkan Ucapan A’uudzu BikalimaatillaahitTaamaati min syarri maa kholaq, Imaka kalajengking itu tidak membahayakan bagi dirimu.

HR.Muslim (no.2709)

Suhail (seorang perawi hadits ini)berkata.”Keluarga kami mempelajari dzikir ini dan membaca nya setiap malam. Ketika salah seorang putri kami di sengat binatang berbisa, maka ia tidak merasakan sakit apapun.”

Shahih at_Tarmidzi (III/187)


Al-Qurthubi berkata, “Dzikir ini adalah berita yang shahih dan perkataan yang benar, kami tahu dan yakin tentang kebenarannya, baik dari segi dalil baik dari segi bukti yang teruji (dengan pengalaman).”

Al-Fatuhaatur Rubbaaniyah, karya Ibnu ‘alan (III/94)

Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, bahwa rosulullah bersabda:”Barang siapa singgah di suatu persinggahan kemudian ia mengucapkan A’uudzu BikalimaatillaahitTaamaati min syarri maa kholaq, maka tidak aka nada yang membahayakannyasesuatupun, sampai ia bertolak kembali dari tempat persinggahannya itu.”

HR.Muslim (no.2708)

Sesungguhnya manusia begitu lemahnya untuk bertarung langsung dengan musuh-musuhnya, baik yang terlihat seperti sesame manusia, hewan-hewan berbisa, binatang-binatang buas, dan lainnya, Juga dalam menghadapi musuh yang tidak terlihat seperti syaithon dari kalangan jin.

Namun seorang mu’min bisa menjadi kuat apabila ia benar-benar menggunakan tameng penghadang dan senjata yang ampuh, senjata dan benteng perlindungan itu berupa dzikir-dzikir dan do’a yang diajarkan oleh Allah SWT dan Rosul-Nya (dari Al-Qur’an dan Sunah Nabawi yang shahih) ini merupakan senjata dan benteng yang tidak ada bandingannya hingga hari Qiyamat, karena di rancang, diramu, dan dibuat oleh Yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri, tidak memerlukan suatu apapun dari makhluk-Nya.

Risalah ini penuh dengan dzikir-dzikir penjaga dari segala kejahatan dan mara bahaya. Telah terbukti sejak zaman Nabi SAW yang mengajarkannya, zaman shahabat yang mempraktekannya, dan zaman pengikut mereka yang setia, hingga akhir zaman, insya Allah.

Kita mohon penjagaan dan pemeliharaan dari Allah. Semoga dia melindungi kita dari keburukan dan kejahatan diri-diri kita, serta dari gangguan-gangguan syaithon yang dilaknat, serta kejahatan tukang sihir yang meniupkan buhul-buhulnya.

Semoga kita selalu dalam perlidungannya, amiin.